Pembagian kortikosteroid pdf

whirlpool duet ghw9100lw1 washer how to check drain pump filter smoked goldeye appetizers recipes arguementative essays on women munire western holster that fits ruger bisley vaquaro 51 2 barrel marinas greg pautsch mccoy bigpond adsl modem setup + cisco puler decedent homecrest cabinet complaints classroom helpers and job chart for kindergartners kenneth wicks death evanston il tangos dragonache viva pinata card scan deactivating char broiler para industria de hot pochet creche abobi Username Password Login

D. Klasifikasi
Klasifikasi kanker kolon menurut modifikasi DUKES adalah sebagai berikut (FKUI, 2001 : 209) :
A : kanker hanya terbatas pada mukosa dan belum ada metastasis.
B1: kanker telah menginfiltrasi lapisan muskularis mukosa.
B2:kanker telah menembus lapisan muskularis sampai lapisan propria.
C1: kanker telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening sebanyak satu sampai empat buah.
C2:kanker telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening lebih dari 5 buah.
D : kanker telah mengadakan metastasis regional tahap lanjut dan penyebaran yang luas & tidak dapat dioperasi lagi.
E. Manifestasi klinik
Gejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker, tahap penyakit, dan fungsi segmen usus tempat kanker berlokasi. Adanya perubahan dalam defekasi, darah pada feses, konstipasi, perubahan dalam penampilan feses, tenesmus, anemia dan perdarahan rectal merupakan keluhan yang umum terjadi.
1. Kanker kolon kanan,dimana isi kolon berupa caiaran, cenderung tetap tersamar hingga stadium lanjut. Sedikit kecenderungan menimbulkan obstruksi, karena lumen usus lebih besar dan feses masih encer. Anemia akibat perdarahan sering terjadi, dan darah bersifat samara dan hanya dapat dideteksi dengan tes Guaiak (suatu tes sederhana yang dapat dilakukan di klinik). Mucus jarang terlihat, karena tercampur dalam feses. Pada orang yang kurus, tumor kolon kanan mungkin dapat teraba, tetapi jarang pada stadium awal. Penderita mungkin mengalami perasaan tidak enak pada abdomen, dan kadang – kadang pada epigastrium.
2. Kanker kolon kiri dan rectum cenderung menyebabkan perubahan defekasi sebagai akibat iritasi dan respon refleks. Diare, nyeri kejang, dan kembung sering terjadi. Karena lesi kolon kiri cenderung melingkar, sering timbul gangguan obstruksi. Feses dapat kecil dan berbentuk seperti pita. Baik mucus maupun darah segar sering terlihat pada feses. Dapat terjadi anemia akibat kehilangan darah kronik. Pertumbuhan pada sigmoid atau rectum dapat mengenai radiks saraf, pembuluh limfe atau vena, menimbulkan gejala – gejala pada tungakai atau perineum. Hemoroid, nyeri pinggang bagian bawah, keinginan defekasi atau sering berkemih dapat timbul sebagai akibat tekanan pada alat – alat tersebut. Gejala yang mungkin dapat timbul pada lesi rectal adalah evakuasi feses yang tidak lengkap setelah defekasi, konstipasi dan diare bergantian, serta feses berdarah (Gale, 2000).
F. Pemeriksaan penunjang

Pembagian kortikosteroid pdf

pembagian kortikosteroid pdf

Media:

pembagian kortikosteroid pdfpembagian kortikosteroid pdfpembagian kortikosteroid pdf

http://buy-steroids.org